Sosialisasi Teknologi Lingkungan Pada Masyarakat Sekolah di Pusat Teknologi Lingkungan

(Kunjungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Kharisma Persada)

 

Salah satu tugas dan fungsi BPPT adalah melakukan pembinaan dan pelayanan terhadap kegiatan instansi pemerintah dan swasta dibidang pengkajian dan penerapan teknologi dalam rangka inovasi, difusi, dan pengembangan kapasitas, serta membina alih teknologi;


 

Tanggal 1 November 2016, dalam rangka mengisi acara pada kunjungan kerja dari Dosen dan Mahasiswa sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (SETIKes Kharisma Persada) ke Pusat Teknologi Lingkungan BPPT, maka telah dilakukan dialog seputar peran Pusat Teknologi Lingkungan dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Dialog tersebut dipimpin oleh Ir. Petrus Nugro Rahardjo, M.Sc. Materi yang disampaikan dalam dialog tersebut antara lain: 1. Teknologi lingkungan untuk pengolahan air limbah domestik dan daur ulang air dari proses pengolahan air limbah. 2 Teknologi lingkungan untuk pengolahan air limbah industri mengandung minyak, air limbah pencucian tekstil, air limbah labolatorium dengan teknologi AOPs, DAF dan elektrokoagilasi. 3. Teknologi Lingkungan untuk mengolah air bersih dan air minum menggunakan ultrafiltrasi dan Reverse osmosis (RO).

 

Setelah diskusi pertemuan antara keduanya dilanjutkan dengan peninjauan lapangan yaitu mengujungi  lapangan untuk meninjau hasil penerapan teknologi lingkungan yang telah diaplikasikan di Gedung Geostek antara lain: 1. Mengunjungi fasilitas Instalasi Pengolahan Air  limbah Domestik dengan kapasitas olah 70 m3/hari dan Fasilitas daur ulang dari air hasil pengolahan air limbah domestik dengan kapasitas 50 m3/hari. 2. Mengunjungi instalasi pengolahan air siap minum untuk memenuhi kebutuhan air minum semua pegawai di Gedung 820 Geostek. 3. Mengunjungi dan dikenalkan dengan berbagai fasilitas yang ada di laboratorium lingkungan untuk melihat berbagai prototipe teknologi lingkungan yang ada didalamnya.

 

Tertarik terhadap penjelasan yang dilakukan oleh petugas kepada STIKes bahwa labolatorium di Pusat Teknologi Lingkungan juga memberikan fasilitas penelitian mereka yang melakukan tugas akhir. Para mahasiswa yang pernah melakukan penelitian untuk tugas akhir di laboratorium ini antara lain dari Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Intitut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Surabaya, Universitas Diponegoro dan Universitas Makasar, telah menumbuhkan minat terhadap mahasiswa STIKES untuk mencoba memanfaatkan sarana yang ditawarkan.

 

(GLH dan RHI)