Kunjungan Produsen Sensor Kualitas Air Merk YSI dari Hongkong dan Singapura

ke Gedung Geostek, Pusat Teknologi Lingkungan BPPT

 

Pada hari Selasa, tanggal 10 Januari 2017, Tim Onlimo (Online Monitoring) Kualitas Air Pusat Teknologi Lingkungan BPPT menerima kunjungan tamu dari sebuah vendor sensor kualitas air bernama YSI dari negara Hongkong dan Singapura. Kunjungan YSI ke Ruangan Simodel Gedung Geostech Puspiptek Serpong tersebut disambut baik oleh Tim Onlimo BPPT. Pertemuan tersebut didasarkan atas tindak lanjut kunjungan Tim Onlimo ke Sea and Land Technology Pte Ltd Singapura pada tanggal 23 Desember 2016 yang lalu. Pada kunjungan ke Singapura tersebut Tim Onlimo menceritakan permasalahan yang dihadapi dalam penerapan sistem online monitoring kualitas air, khususnya pada komponen sensor yang cepat kotor dan kualitas pengukuranya menurun.

 

 

Pada pertemuan kali ini Tim YSI yang beranggotakan Jason Han (YSI Hongkong), Hoh Soo Peeng (Sea and Land Technology Pte Ltd Singapore), dan Langgeng Wiharto dkk ( PT Asmin Adisentosa) mempresentasikan beberapa produk yang ditawarkan dan beberapa kelebihanya jika dibandingkan dengan produk yang mereka produksi sebelumnya. Dalam presentasinya, Jason Han memperkenalkan produk terbaru dari YSI yang memiliki kelebihan berupa smart sensor dan bahan sensor yang lebih kuat. Smart sensor merupakan inovasi terbaru dari YSI. Dikatakan “smart” karena setiap sensor (1 parameter) memiliki sebuah microchip yang digunakan untuk menyimpan data kalibrasi sehingga saat sudah telkalibrasi, sensor dapat ditempatkan pada sonde yang berbeda tanpa perlu melakukan kalibrasi ulang. Dengan bahan yang kuat berupa Titanium dan fitur wiper pembersih sensor yang terpasang pada sonde, Jason mengatakan sensor ini sangat cocok untuk ditempatkan pada kondisi sungai yang keruh.

 

Yang menarik dari pertemuan ini adalah Tim YSI secara langsung mendemokan produk sensor EXO 2 di depan Tim Onlimo. EXO 2 merupakan multiparameter sensor kualitas air seri terbaru yang dikeluarkan oleh YSI. EXO 2 memiliki 6 buah slot smart sensor dan 1 buah wiper pembersih sensor. Dalam demo tersebut ditunjukkan cara pengoperasian sensor dan beberapa alternatifnya. Secara teknis sensor ini dapat di integrasikan dengan data logger produk BPPT.

 

 

Acara dilanjukan dengan diskusi yang membahas mengenai technical service produk YSI di Indonesia. Heru Dwi Wahjono sebagai koordinator Tim Onlimo BPPT mengatakan bahwa vendor sensor harus memiliki tim technical service di Indonesia sehingga akan memudahkan dalam maintenance dan perbaikan sensor nantinya. Langgeng Wiharto selaku distributor lokal sensor YSI mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki tim teknis dan workshop yang saat ini digunakan untuk melakukan maintenance produk-produk peralatan teknis yang distribusikanya. Acara diskusi ditutup dengan pembicaraan mengenai harga sensor di mana sensor YSI ini memiliki harga yang relatif lebih tinggi namun memiliki kualitas yang bagus pula. Dengan kondisi tersebut Tim Onlimo BPPT berharap dapat memberikan alternatif kepada KLHK mengenai spesifikasi sensor yang pas untuk masing-masing lingkungan/Industri.

 

Sebagai tambahan, hingga tahun 2019 nanti KLHK berkeinginan untuk memasang sistem online monitoring kualitas air sungai di 15 DAS prioritas di Indonesia. Disamping itu KLHK juga berencana untuk membuat peraturan yang mengharuskan untuk setiap industri tertentu diwajibkan untuk memasang sistem pemantauan kualitas air limbahnya secara online.  Untuk itu BPPT selaku instansi yang ditunjuk untuk mengkaji dan mengaplikasikan sistem online monitoring kualitas air ini berharap dapat memberikan beberapa alternatif sensor kualitas air yang sesuai untuk masing-masing kondisi lingkungan yang akan diukur.

 

 

 

 

(GS)