SMK Al-Kahfi Kelola Air Minum Berkualitas Bantuan BPPT

 

Lebih Bagus dari Air Produksi Merk Terkenal

 

SUMBAWA BESAR, SR (16/09/2017)

 

SMK Al-Kahfi Kabupaten Sumbawa kini mengelola air bersih berkualitas. Hal ini setelah sekolah kejuruan berbasis pesantren di bawah naungan Yayasan Dea Mas tersebut mendapat bantuan peralatan senilai ratusan juta rupiah dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Dengan bantuan teknologi tersebut, Al Kahfi mampu memproduksi air siap minum dan air bersih 10 ribu liter per hari.

 

 

Direktur Pusat Teknologi Lingkungan, Dr. Ir Rudi Nugroho, M.Eng yang ditemui SAMAWAREA, menjelaskan bahwa salah satu tugas BPPT adalah melaksanakan pengkajian dan penerapan teknologi air. Implementasinya memasang pilot plan pengolahan air di Kabupaten Sumbawa tepatnya SMK Al Kahfi yang berlokasi di Olat Maras, Batu Alang, Kecamatan Moyo Hulu. Produknya ada dua yakni air siap minum dan air bersih dengan kapasitas hingga 10.000 liter per hari. Untuk mengoperasikan alat senilai Rp 500 juta tersebut sambung Doktor Rudi—biasa ia disapa, tentu membutuhkan biaya. Biayanya diambil dari hasil penjualan air tersebut. Untuk air siap minum dikemas dalam gallon yang bisa mencapai 5.000 galon per hari. Jika dijual Rp 6.000 per gallon, sehari bisa mendapat Rp 30 juta.

 

Air yang dikelola SMK Al Kahfi ini sangat layak dikonsumsi. Kualitasnya sangat bagus dan secara kemurnian lebih bagus dari air produksi merk terkenal. Dalam prosesnya, air siap minum di SMK Al Kahfi ini menggunakan teknologi dengan system Reverse Osmosis untuk pengolahan utamanya. Untuk tahapannya, air bakunya menggunakan sumur bor kemudian diproses. “Kadar air di SMK Al Kahfi, zat besinya sangat tinggi. Untuk menghilangkannya, kami menggunakan proses aerasi supaya besinya mengendap atau terpisah. Kemudian melalui tiga tahap penyaringan atau yang disebut dengan multimedia filter. Setelah itu diproses menggunakan reverse osmosis sehingga tersaring dengan hasil akhir sangat murni. Sebagai perbandingan air dalam kemasan yang banyak dijual, kadar padatan yang terlarut (TDS) 100 ppm, di sini yang kami hasilkan di bawah 10, Jadi murni sekali dan kualitasnya bagus mengalahkan air produk merk terkenal di dunia,” paparnya.

 

 

Doktor Rudi memberikan alasan mengapa memilih SMK Al-Kahfi sebagai lokasi proyek. Menurutnya, hal itu berdasarkan hasil survey. Selain itu programnya diarahkan untuk daerah yang benar-benar memerlukan dan siap untuk mengelola. Sebenarnya bisa diberikan langsung kepada masyarakat untuk mengelolanya. Tapi tingkat kegagalannya tinggi karena lembaga pengelolanya belum sesiap dan sekuat pesantren, sekolah atau universitas. Karena itu pihaknya memilih SMK Al Kahfi, apalagi di dekatnya ada Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang SDM nya sudah lebih mumpuni. Ketika dalam proses air bersih itu terjadi masalah, Al Kahfi tidak menghubungi BPPT untuk datang memperbaikinya, melainkan cukup mendatangkabn orang-orang dari UTS. Karena itu sebelumnya BPPT akan men-training pihak UTS agar nantinya mereka dapat melakukan supervisi sehingga tingkat keberhasilan proyek air minum dan air bersih di Al Kahfi lebih tinggi. “Pembangunan proyek ini sudah dilaksanakan, insya Allah 25 September nanti akan diserahterimakan BPPT kepada SMK Al Kahfi melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sumbawa,” ungkapnya.

 

Untuk diketahui, program BPPT di SMK Al Kahfi ini adalah satu-satunya di Indonesia bagian timur. Ini merupakan proyek percontohan yang dibiayai pemerintah dengan harapan akan muncul proyek serupa yang dikelola masyarakat melalui dana CSR perusahaan yang berinvestasi di daerah ini. (JEN/SR)

 

sumber (http://www.samawarea.com/2017/09/smk-al-kahfi-kelola-air-minum-berkualitas-bantuan-bppt/)