BPPT Monitoring Alat Air Siap Minum di Rusunawa UTS



Sumbawa Besar (Suara NTB)

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) diwakili Ir. Wahyu Widayat, M.Si dan Imam Setiadi, S.Kom, kembali melakukan kunjungan ke Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Terkait peninjauan hasil pemberian alat air siap minum (arsinum) oleh BPPT pada bulan April 2016 lalu dan perencanaan alat arsinum SMK Al-Khafi.Sebagaimana disampaikan Humas UTS, Nurnaningsih, kunjungan tim BPPT dari 11 – 14 Oktober 2016 lalu, melaksanakan beberapa kegiatan selama di Sumbawa. Diantaranya menyempurnakan sistem proses arsinum dengan pemasangan pipe u reduksi getaran, monitoring pengelolaan arsinum, pelatihan troubleshooting peralatan arsinum, survei detail kebutuhan air bersih di SMK Al-Khafi, dan yang terakhir adalah penyusunan proposal pemilihan teknologi pengolahan air bersih SMK Al-Khafi.


Saat ini, lanjutnya, alat arsinum dikelola mahasiswa yang bertempat tinggal di Rusunawa UTS sehingga perlu diberikan pelatihan dari pihak BPPT. Untuk pemahaman lebih lanjut mengenai tata cara perawatan dan penanganan alat jika terjadi masalah. Alasannya adalah agar alat ini dapat dimanfaatkan dalam waktu jangka panjang untuk meringankan kebutuhan akan air bersih mahasiswa rusunawa. Dari penjelasan tim, misalanya berkaitan dengan perawatan unit yang sekiranya perlu diganti. Kemudian sampling air minum hasil arsinum sebagai tolak ukur kelayakan komponen alat.


Diketahui, alat arsinum senilai Rp 250 juta per-unit ini diharapkan bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk memenuhi keperluan air bersih tetapi bisa menciptakan nilai ekonomis bagi penggunanya. Dalam artian tidak hanya pengolahan dari air baku, kemudian menjadi air bersih yang nantinya bisa menghasilkan produk air siap minum dalam kemasan. “Bapak Wahyu juga menyampaikan arsinum ini bisa menjadi media pendidikan bagi mahasiswa dan santri, sebagai media transfer teknologi karena arsinum merupakan bentuk teknologi sederhana yang bisa dipelajari, dioperasikan, dan dilogikakan oleh mahasiswa maupun santri,”terang Nurnaningsih. (arn)
 

http://www.suarantb.com/news/2016/10/19/11798
 

 

SUMBAWA BESAR, SR (16/10/2016)

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kembali melakukan kunjungan ke Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) Universitas Teknologi Sumbawa. Kunjungan tim BPPT yang diwakili Ir. Wahyu Widayat, M.Si, dan Imam Setiadi, S.Kom tersebut berkaitan dengan peninjauan hasil pemberian alat air siap minum (Arsinum) oleh BPPT pada April 2016 lalu dan perencanaan alat arsinum SMK Al-Khafi. Secara detail, kunjungan empat hari yang langsung dari 11–14 Oktober 2016 ini, BPPT akan melaksanakan beberapa kegiatan, di antaranya menyempurnakan system proses arsinum dengan pemasangan pipe U reduksi getaran, monitoring pengelolaan Arsinum, pelatihan troubleshooting peralatan Arsinum, survei detail kebutuhan air bersih di SMK Al-Khafi, dan penyusunan proposal pemilihan teknologi pengolahan air bersih SMK Al-Khafi.

 

Saat ini alat Arsinum tersebut dikelola oleh mahasiswa yang bertempat tinggal di Rusunawa UTS sehingga perlu diberikan pelatihan dari pihak BPPT guna pemahaman lebih lanjut mengenai tatacara perawatan dan penanganan alat jika terjadi masalah. Alasannya, agar alat ini dapat dimanfaatkan dalam waktu jangka panjang untuk mengatasi kebutuhan air bersih bagi mahasiswa Rusunawa. “Alat Arsinum ini harus dirawat dengan baik. Salah satu tolok ukur kelayakan komponen alat adalah sampling air minum hasil arsinum,” kata Ir. Wahyu Widayat, M.Si—perwakilan BPPT.

 

Untuk bantuan alat Arsinum di SMK Al Kahfi, Wahyu mengaku akan melakukan survey kualitas dan sumber air. Bantuan itu akan diberikan dalam waktu dekat mengingat pesantren sebagai  salah satu bentuk pendidikan mandiri menjadi salah satu sasaran untuk pemberian alat arsinum ini. Alat arsinum senilai Rp 250 juta per-unit ini diharapkan bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk memenuhi keperluan air bersih tetapi bisa menciptakan nilai ekonomis bagi penggunanya. “Kami berharap pada penggunaan dan pemanfaatan arsinum, tidak hanya untuk dikonsumsi melainkan bisa bernilai ekonomis. Sebab melalui pengelolaan air baku melalui Arsinum bisa menghasilkan produk air siap minum dalam kemasan,” ungkapnya.

 

Selain itu sambung Wahyu, Arsinum ini juga bisa menjadi media pendidikan bagi mahasiswa dan santri, sebagai media transfer teknologi. Sebab Arsinum merupakan bentuk teknologi sederhana yang bisa dipelajari, dioperasikan, dan dilogikakan oleh mahasiswa maupun santri. (Humas UTS/SR)


http://www.samawarea.com/2016/10/bppt-monitoring-alat-air-siap-minum-di-rusunawa-uts/