Bakti Sosial PTL untuk Korban Banjir Jakarta

20 Januari 2013

 

            Banjir yang melanda ibukota Jakarta dari mulai kamis 17 Januari sampai saat ini tergolong cukup parah. Banjir ini merupakan banjir periode 5 tahunan dimana banjir parah sebelumnya terjadi di tahun 2007. Saat masyarakat terkena banjir, akses air bersih mereka terputus, PDAM tidak mengalir, sumur dangkal tercemar air banjir dan truk tangki dari PAM pun tidak menjangkau masyarakat pemukiman yang terkena banjir. Daerah Ibukota sampai saat ini yang masih parah terkena banjir diantaranya adalah Penjaringan Pluit Jakarta Utara Kampung Pulo Timur dan Cengkareng Jakarta Barat.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terkena banjir, Pusat Teknologi Lingkungan TPSA BPPT melaksanakan aksi bakti sosial memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terkena banjir. Dengan melalui koordinasi dengan BNPB, bantuan air bersih diarakhan ke kelurahan Penjaringan Pluit Jakarta Utara. Bantuan ini berupa peralatan pengolahan air banjir menjadi air bersih yang ditempatkan diatas mobil yang dapat berpindah-pindah lokasi mana yang membutuhkannya. Alat ini kita namakan dengan ”Ultra Filtrasi Mobil, atau UF mobil”.

Pengoperasian alat dan pemberian bantuan air bersih kepada korban banjir ini dilaksanakan oleh Tim PTL yang diantaranya Dir. PTL Joko Prayitno Susanto, Kabid TPPL Rudi Nugroho dan Peneliti bidang air Nusa Idaman Said dan Heru Dwi Wahjono. Didampingi pula oleh teknisi dan relawan. Pertama kali mobil meluncur pada hari Minggu tanggal 20 Januari 2013, untuk dua lokasi yakni pertama mobil unit ini parkir dan beroperasi di depan Rumah Sakit Atmajaya Pluit atau tepatnya di RW 8 RT 16 dan dilanjutkan di RW 8 RT 13. Keduanya di kel Penjaringan Pluit.  Sistem pengolahan air bersih dari air banjir ini terdiri dari sistem intake air menggunakan pompa submersible, sistem filtrasi kasar menggunakan bag filter, sistem ultra filtrasi, serta sistem sterilisiasi mengunakan lampu ultra violet serta sistem kelistrikan menggunakan ”Genset”. Peralatan ini semua ditempatkan diatas Mobil Truk diesel yang mampu menerjang banjir hingga ketinggian 1 meter. Air baku atau air umpan yang digunakan adalah air banjir yang berada di wilayah tersebut.

Sistem ultra filtrasi, merupakan teknologi pengolahan air modern. Teknologi ini menggunakan membran ultra filtrasi yang mempunyai diameter lubang (pori-pori) 0,01 mikron. Dengan menggunakan membran ini, air yang tadinya keruh menjadi sangat  jernih. Bahkan menurut teorinya pun bakteri yang ada dalam air akan tersaring sehingga aman untuk dikonsumsi.  Namun untuk lebih amannya oleh PTL alat ini dilengkapi dengan sterilisator pembunuh kuman yakni ultra violet.

Dari pengalaman pengoperasian alat, di hari pertama, terlihat masyarakat sangat senang dan merasa terbantu dengan adanya pengolahan air menggunakan mobil ini. Mereka berbondong-bondong jalan kaki menuju ke lokasi pengolahan air dengan membawa jerigen, botol galon untuk antri mendapatkan air bersih ini. Bahkan ada yang langsung mandi dibawah pipa pengeluaran produk air bersih ini karena sudah 4 hari mereka tidak merasakan segarnya air bersih. Air bersih ini oleh masyarakat dimanfaatkan sebagai air untuk mencuci, memasak, mandi dan membersihkan peralatan rumah mereka yang terkena banjir.

Bakti sosial ini masih terus berlanjut rencana sampai dengan 10 hari kedepan. Untuk meningkatkan kualitas air produk air olahan, PTL saat ini tengah menyiapkan instalasi desalinasi reverse osmosis yang dalam dua hari kedepan dapat dioperasikan. Dengan melengkapinya menggunakan sistem RO, produk air akan sangat aman untuk langsung diminum/dikonsumsi oleh masyarakat walaupun air bakunya adalah air banjir. (RN).