LAPORAN MINGGUAN

PUSAT TEKNOLOGI LINGKUNGAN

Minggu Kedua Bulan Februari 2018

 

Bersama ini disampaikan laporan mingguan Pusat Teknologi Lingkungan periode minggu kedua bulan Januari 2018 (5 Februari s/d 9 Februari 2018) sebagai berikut :

 

A.  KEGIATAN

  1. Laporan Penerimaan Kunjungan Earth Environment Network (EEN) Co. Ltd.

Pada tanggal 5 Februari 2018, PTL kedatangan tamu dari EEN (Earth Environment Network) Co Ltd merupakan perusahaan swasta Jepang yang bergerak dalam bidang Penelitian dan pengembangan, manufaktur terkait dengan green engineering. Staf PTL yang menerima tamu adalah Dr. Sri Wahyono, M.Si., Ir. Adi Mulyanto, MT, Ir. Wiharja, M.Si., Prof. Kardono, M.Eng., Dr. Hanies Ambarsari, M.Sc. dan beberapa staf dari unit kerja lain Ir. Lambok HS (PTSEIK), Irhan Febriyanto (PTSEIK), Nizam Ghazali (Pusyantek), dan Sarjono (PTE).

 

Hasil pertemuan yang dapat dilaporkan adalah sebagai berikut:

  1. EEN Co.Ltd (Mr. Tomoaki Suehiro) memperkenalkan produk EE21 melalui implementasi unit tersebut di Inonesia bekerja sama dengan BPPT  melalui pendanaan dari JICA.

  2. EE21 adalah unit proses pirolisa, untuk menguraikan sampah (plastic, PVC, electronic, sampah medis, fiber, ban dan sampah organik lainnya) dengan menggunakan gas Nitrogen (N2) sebagai gas inert pengganti udara ambien.

  3. Produk akhir dari EE21 adalah atomic carbon yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dan kondensat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar.

Gambar unit EE21

 

  1. Proses kinerja dari EE21 adalah sebagai berikut: Gas N2 diinjeksikan ke dalam system pirolisa pada suhu yang dijaga 450OC sehingga akan menggantikan udara dalam reaktor. Dengan adanya gas N2 yang secara terus menerus diinjeksikan maka oksidasi bahan organic tidak terjadi, sehingga terbentuk nya CO2 dapat diminimalisir atau bahkan nihil.

  2. EE21 ini sudah dipatenkan di berbagai Negara. Unit ini sangat ramah lingkungan dengan hanya mengeluarkan 1/139 flue gas dan dioxin hanya 1/26 dari system incinerator pada kapasitas yang sama, sedangkan hasil padatannya berupa atomic carbon yang dapat dipakai sebagai pengkondisi tanah (soil conditioner), hasil cairan terkondensasi dipergunakan sebagai bahan bakar pembangit listrik untuk keperluan sendiri

List paten EE21 pada berbagai negara

  1. Keterkaitan EE21 dengan kegiatan di PTL, Secara teknologi EE21, perlu diujicobakan untuk mendukung pengolahan sampah terintegasi di Indonesia khususnya sampah sampah yang tidak layak untuk di daur ulang. Dengan kapasitas komersial minimum hanya 10 ton/hari, maka unit ini dapat dipasang di beberapa lokasi mendekati sumber sampah (TPST). Target utama untuk mengatasi problem sampah dapat terbantu dan produk samping yang berupa karbon berukuran nano mempunyai nilai komersial, serta bahan bakar hasil kondensasi maupun fase gas dapat digunakan untuk membangkitkan listrik untuk keperluan sendiri.

  2. EEN Co Ltd menawarkan dengan pembiayaan JICA, layak untuk diterima selama tidak membebani APBN, hal ini dimungkinkan semua biaya akan dibebankan ke pihak Jepang. Proses kerjasama dilakukan melalui mekanisme BLU, sehingga pengelolaan dana diharapkan lebih fleksibel

  3. Tindak lanjut dari pertemuan ini adalah EEN Co Ltd, akan membuat proposal ke JICA dan meminta dukungan dari PTL, BPPT

  1. Rencana Pelaksanaan Kegiatan Seminar Nasional 2018

PTL pada bulan Juli 2018 merencanakan akan menyelenggarakan Seminar Nasional dengan topik “Inovasi dan Aplikasi Teknologi Lingkungan Pengawal Pembangunan Berkelanjutan”. Seminar ini bertujuan untuk sarana diseminasi dan promosi inovasi dan kegiatan PTL serta meningkatkan jejaring dan kerjasama antar pengguna dan mitra PTL. Untuk merealisasikan rencana ini telah ditetapkan Prof. Dr. Yudhi S. Garno dan drh. Wagekomara Widjadja sebagai penanggung jawab pelaksana kegiatan.

Gambar suasana rapat perencanaan seminar nasional

  1. Kunjungan Kerja Staf Kedutaan Belanda

Pada hari Selasa, 6 Februari 2018 di Geostech, Direktur PTL didampingi beberapa Staf PTL (Prof. Dr. Kardono, M.Eng, Dr. Teddy Sudinda, M.Sc., Drs. Suprapto, Dr. Arif Dwi S., M.Eng., Dr. M. Abdul Kholiq, M.Sc) menerima kunjungan Mr. Siebe Schuur, Head of Economic Affairs di Kedutaan Belanda di Jakarta. Agenda utama adalah pembicaraan terkait rencana pemasangan alat pegangkat sampah dari sungai oleh The Ocean Cleanup (TOC), sebuah foundation atau organisasi non profit dari Belanda yang konsen pada pengurangan sampah di laut dan juga sungai. Pertemuan ini adalah lanjutan dari pertemuan tim TOC dengan tim BPPT (PTL dan BTSK) di Gedung BPPT lt. 12 beberapa waktu yang lalu dan dilanjutkan dengan survey lapangan.

Beberapa inti dari pertemuan:

  1. Alat TOC sudah siap di Belanda dan rencananya akan dipasang di salah satu sungai di Jakarta.

  2. Pihak Belanda sudah melakukan kunjungan 6 kali dan sudah berkoordinasi dengan Kemenkomar, PUPera (BBWS), KLHK, dan Pemprov DKI Jakarta.

  3. Dengan Kemenkomar sudah ada MoU untuk level kebijakan, dan untuk level implementasi, pihak Belanda perlu ada satu MoU lagi (bisa KLHK, PUPera atau BPPT), tapi hanya satu saja tidak dengan semua pihak.

  4. BPPT diharapkan mendampingi dalam melakukan riset (pengumpulan dan pengolahan data serta reporting), dan juga membantu mitra Belanda untuk mendapatkan ijin penelitian atau research permit dari Kemenristekdikti

  5. Sejauh ini tidak ada alokasi pendanaan untuk kegiatan ini dari pihak BPPT dalam hal ini PTL karena alokasi anggaran sudah ditetapkan jauh-jauh hari untuk riset yang lain. Untuk itu tim PTL akan mencoba ajukan proposal untuk riset tersebut.

Suasana diskusi

 

Foto bersama sebelum perpisahan

  1. Kunjungan Kerja Pemprov Banten

Pada hari Kamis, 8 Februari 2018, Dr. M. Abdul Kholiq, M.Sc menerima rombongan tamu dari Bidang Litbang Bappeda Provinsi Banten. Maksud dari kunjungan tersebut adalah pihak Bappeda meminta bantuan tenaga ahli dari BPPT terkait Kegiatan Kajiterap Potensi Biomass di Provinsi Banten. Karena ke depan tidak terbatas pada tema tersebut, maka rombongan tamu diajak berkeliling fasiltas Lab Lingkungan di PTL, antara lain di Lab. Monitoring Lingkungan dan Lab Proses, serta meninjau sarana IPAL dan Unit Air Siap Minum di Gedung Geostech. Karena tema utama kunjungan kerja terkait Potensi Biomassa, rombongan tamu di antar ke Balai Teknologi Bahan Bakar dan Rekayasa Desain (BTBRD), bertemu dengan Kepala BTBRD (Pak Hariana) dan beberapa staf, serta menyempatkan untuk melihat Hall Percobaan dan Worshop BTBRD.

 

Beberapa point penting hasil kunjungan:

  1. Rombongan tamu berterima kasih melihat berbagai macam teknologi yang dikembangkan BPPT.

  2. Keperluan pelibatan tenaga ahli dalam kajian mereka, dari pimpinan (pesan Direktur PTL melalui M. Abdul Kholig dan juga dari Kepala BTBRD) disampaikan bahwa secara prinsip BPPT siap membantu, namun tidak dengan swakelola 1 dengan beberapa pertimbangan dan khususnya arahan pimpinan BPPT di Raker BPPT 2018.

Gambar kegiatan kunjungan Bappeda Pemprov. Banten

  1. Kegiatan Monitoring Teknologi Ramah Lingkungan

Pada tanggal 7-9 Februari 2018, Dr. Hanies Ambarsari, M.Sc mengikuti acara monitoring penerapan teknologi ramah lingkungan di Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu anggota Komtek VTRL ( Komite Teknis Verifikasi Teknologi Ramah Lingkungan ) mewakili BPPT terhadap 3 industri penyedia teknologi Incinerator dan IPAL di Bandung yaitu PT Rekayasa Hijau Mandiri, PT Hasakona Bina Cipta dan PT Centra Rekayasa Enviro.

 

Gambar kegiatan monitoring

B CAPACITY BUILDING

  1. Kegiatan Pelatihan Tim Penilai Jabfung Perekayasa

BPPT mengadakan pelatihan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa selama 4 hari (4-9 Februari 2018). PTL menugaskan 2 stafnya yakni Dra. Amita I.S., M.Sc dan Ressy Oktivia, MT untuk mengikuti acara tersebut.

 

Peserta kegiatan pelatihan berjumlah 30 orang, berasal dari perekayasa-perekayasa madya dan utama yang merupakan penilai perekayasa pusat, penilai perekayasa instansi maupun calon penilai perkayasa yang berasal dari berbagai Kementerian/ Lembaga, yaitu : BPPT, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BATAN, Kementerian ESDM, LAPAN, Kementerian PUPR, Kementerian DikBud, Kementerian Perindustrian dan Bapeda Riau.

 

Tujuan pelatihan ini adalah untuk menyegarkan kembali pengetahuan Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa yang menggunakan Peraturan Baru dari Ka. BPPT tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya yang dituangkan dalam Perka BPPT no.15/2016 dan juga untuk antisipasi penilaian karena adanya Kebijakan inpassing sampai Desember 2018 sbg pelaksanaan dari Perka BPPT no.10/2017. Pelatihan diberikan dengan metode pengajaran/ pemberian materi, tanya jawab, simulasi penilaian, presentasi dan diskusi.

 

Gambar suasana pelatihan

  1. Kegiatan Pelatihan AMDAL

Dalam rangka menyiapkan sumberdaya manusia yang handal dalam melaksanakan analisis dampak lingkungan (AMDAL) tentang program pemerintah membangun fasilitas trasportasi kereta api Jakarta -Serabaya, PTL menugaskan 8 stafnya (dalam tabel) untuk mengikuti pelatihan AMDAL 5 Februari – 9 Maret 2018 di IPB Bogor.

 

Daftar staf PTL yang mengikuti kegiatan pelatihan AMDAL

 

No.

Nama NIP
1. Dr. Arie Herlambang 196009291988121001
2. Dr. Joko Prayitno 196812281993031003
3. Dr. Agung Riyadi 196812211996031003
4. Dwindrata Basuki Aviantara, M.S.M.C 196911131996031003
5. Fuzi Suciati, M.Si 198311282009102002
6. Taty Hernaningsih, M.Sc 195502231980092001
7. Lestario Widodo, M.Si 195712141987021001
8. Adinda A. Saraswati, M.Si 197003281997032002